Oktober 29, 2026
Oplus_131072

Oplus_131072

Reporter yang sedang wawancara

MANADO, bhayaksa.net— Warga Kota Manado, Sulawesi Utara, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik cukup kuat pada Kamis siang (17/9/2026). Gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.20 WITA.

Pusat gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya 118 kilometer arah Barat Laut wilayah Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan kedalaman mencapai 24 kilometer. Gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah oleh sebagian besar masyarakat Kota Manado dengan skala III MMI, di mana getaran terasa seakan-akan ada truk besar yang berlalu. Guncangan serupa juga dirasakan oleh warga di Ternate dan wilayah Batang Dua.

“Meja kerja saya sempat bergoyang beberapa detik, cukup terasa sampai membuat beberapa pegawai di kantor memilih keluar ruangan untuk mengamankan diri,” ujar Rendy, salah satu warga di kawasan pusat kota Manado.

Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke lapangan untuk melakukan pemantauan situasi pasca-gempa di sejumlah titik rawan.

Dalam pernyataan resminya, Kepala BPBD Manado menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan terkini dan koordinasi dengan seluruh pihak kelurahan, kondisi Kota Manado dipastikan aman dan kondusif. Hingga sore hari ini, BPBD Manado tidak menerima adanya laporan kerusakan fasilitas publik, pemukiman warga, maupun adanya korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.

Gempa bumi ini dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami keretakan struktural, serta tidak mudah mempercayai isu-isu bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Pewarta: Jolli langingi
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *