Oktober 28, 2026
Oplus_131072

Oplus_131072

WAMENA, bhayaksa.net—– Konflik bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah kembali memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Seorang pengemudi angkutan logistik antarkabupaten, Aris Sanda (45), ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan dieksekusi oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Jasad warga perantau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini ditemukan di dalam kendaraannya yang hangus dibakar di jalur Trans-Papua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai kronologi peristiwa tersebut berdasarkan data resmi Komando Operasional (Koops) TNI Habema dan Kepolisian Resor Jayawijaya.


Pengadangan di Jalur Trans-Papua

Peristiwa bermula pada Selasa, 15 September 2026 pagi. Aris Sanda sedang mengemudikan kendaraan lajuran membawa logistik serta sejumlah penumpang dari arah Wamena menuju Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Saat melintasi salah satu titik rawan di jalur Trans-Papua, tepatnya di sekitar tanjakan Gunung Boy, kendaraan korban diadang oleh sekelompok anggota bersenjata. Aparat mengidentifikasi kelompok tersebut merupakan bagian dari TPNPB-OPM Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya.

Kronologi Penyanderaan dan Eksekusi

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polres Jayawijaya, milisi OPM langsung melakukan pemeriksaan ketat terhadap isi kendaraan. Dalam aksi tersebut, kelompok bersenjata memisahkan penumpang berdasarkan latar belakangnya:

  1. Penumpang Lokal Dilepaskan: Seluruh penumpang yang merupakan warga asli Papua diperintahkan turun dan diminta kembali ke arah Napua, Wamena.
  2. Pengemudi Disandera: Aris Sanda yang merupakan warga perantau langsung ditahan dan dipaksa mengemudikan mobilnya sejauh 4 kilometer menuju area pertigaan Danau Habema, Distrik Trikora.

Sebelum dieksekusi, korban sempat disandera di bawah ancaman senjata api. Melalui propaganda video yang disebarkan juru bicara OPM, Sebby Sambom, kelompok tersebut menuduh korban secara sepihak sebagai agen intelijen yang menyamar. Tuduhan tersebut berujung pada eksekusi mati korban di lokasi. Setelah penembakan, jasad korban dimasukkan kembali ke dalam kendaraan sebelum akhirnya mobil tersebut dibakar oleh pelaku untuk menghilangkan jejak.

Penemuan Jasad dan Evakuasi oleh TNI-Polri

Merespons laporan kehilangan kendaraan lajuran, Satgas Koops TNI Habema segera melakukan operasi penyisiran di sepanjang rute Danau Habema pada Rabu, 16 September 2026. Tim di lapangan menemukan satu unit mobil dalam kondisi hangus terbakar total. Di dalam ruang kemudi, petugas menemukan jenazah Aris Sanda dengan luka bakar parah akibat kebakaran kendaraan.

Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan area sekitar pukul 13.15 WIT untuk menyelesaikan olah TKP. Petugas mengamankan barang bukti berupa satu butir selongsong amunisi kaliber 5,56 mm serta dokumen pribadi milik korban. Pada pukul 15.30 WIT, jenazah berhasil dievakuasi dari zona konflik dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Wamena untuk keperluan visum serta penanganan medis.

Pernyataan Resmi Koops TNI Habema

Menanggapi peristiwa tragis ini, Komando Operasional (Koops) TNI Habema langsung mengeluarkan pernyataan resmi kepada pers pada hari Rabu, 16 September 2026. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan komitmen aparat untuk menindak tegas pelaku penyerangan warga sipil tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menyatakan:

“Koops TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya. Saat ini, proses evakuasi jenazah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, dengan tetap memperhatikan keamanan personel dan situasi terkini di lapangan.

Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban adalah warga sipil murni yang sedang bekerja membawa logistik dan melayani kebutuhan transportasi masyarakat menuju pedalaman.

Koops TNI Habema bersama aparat gabungan akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.”


Penguatan Pengamanan Jalan Trans-Papua

Pihak TNI menegaskan bahwa Aris Sanda merupakan warga sipil murni yang telah bekerja sebagai pengemudi logistik di Papua sejak tahun 2013 dan bukan merupakan agen intelijen sebagaimana yang dituduhkan sepihak oleh pihak OPM. Menanggapi insiden ini, Panglima Koops TNI Habema telah menginstruksikan pengetatan patroli militer secara masif di titik-titik rawan Jalan Trans-Papua guna menghentikan aksi teror terhadap pekerja publik dan pengemudi logistik.

Saat ini, pihak Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan komunitas warga Toraja di Wamena tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk pengurusan logistik penerbangan. Jenazah Aris Sanda rencananya akan diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, untuk kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sementara itu, operasi pengejaran terhadap kelompok pelaku masih terus berjalan ketat di lapangan.

Pewarta: Yanpiet Sokoy
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *