Oktober 28, 2026
Oplus_131072

Oplus_131072

JAMBI, bhayaksa.net— Momentum krusial bagi akselerasi industri kelapa sawit nasional terjadi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Merayakan HUT 𝚔𝚎-26, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi resmi mengoperasikan headquarter baru di Jalan Bajuri, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Kamis (22/10/2026).

Gedung baru yang dinilai representatif, megah, dan gagah ini diresmikan langsung oleh Ketua GAPKI Pusat, Edi Martono, dalam seremoni yang berlangsung mulai pukul 08:00 WIB hingga 10:45 WIB.

“Infrastruktur ini adalah investasi strategis organisasi. Keberadaan office baru di Kota Jambi ini akan memangkas birokrasi koordinasi, sekaligus mempercepat operational konsolidasi antara GAPKI Cabang Jambi dengan GAPKI Pusat,” ujar Edi Martono dalam welcome speech-nya di hadapan para top management pelaku industri sawit.

𝙿ernyataan Resmi Ketua Pelaksana: Pilar Utama Ekonomi dan Kedaulatan 𝙸𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒

𝙿𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚊, 𝙺etua Pelaksana Rangkaian Acara, Abidin, dalam pernyataan resminya memberikan penekanan penting mengenai signifikansi strategis dari agenda besar tersebut. Ia menggarisbawahi secara tajam bahwa penyatuan peresmian gedung baru, perayaan HUT ke-26 GAPKI Jambi, serta pelaksanaan Rakercab ini bukanlah agenda seremonial belaka, melainkan sebuah lompatan besar yang menjadi fondasi mutlak bagi arah pergerakan industri kelapa sawit ke depan.

“Gedung headquarter baru ini adalah simbol kedaulatan, martabat, dan kekuatan nyata industri kelapa sawit di Bumi Jambi. Infrastruktur modern ini dirancang secara khusus untuk memastikan konsolidasi data landbank serta akurasi pelaporan korporasi berjalan presisi, transparan, dan tanpa celah sedikit pun. Lewat momentum emas HUT ke-26 GAPKI Jambi dan akselerasi Rakercab ini, kami menegaskan dengan keras komitmen seluruh corporate members untuk tunduk sepenuhnya pada supremasi regulasi nasional. GAPKI Jambi memegang posisi krusial sebagai pilar utama penggerak stabilitas ekonomi daerah. Tidak ada toleransi bagi kelengahan operasional; soliditas dan kepatuhan hukum pengusaha sawit Jambi adalah harga mati demi ketangguhan industri kelapa sawit secara nasional,” pungkas Abidin dengan nada tegas.

Skala Korporasi Makro dan Validasi 𝙺𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗


Edi 𝙼𝚊𝚛𝚝𝚘𝚗𝚘 𝚓𝚞𝚐𝚊 memaparkan portofolio komprehensif organisasi. Saat ini, GAPKI mengonsolidasikan sekitar 750 cabang perusahaan kelapa sawit (corporate members) dari Aceh hingga Papua. Landbank atau cakupan luasan lahan yang dikelola di bawah naungan korporasi GAPKI saat ini menembus 3,8 juta hektar secara nasional.

Di tengah sorotan global terkait isu sustainability dan risiko iklim, Edi memberikan apresiasi tinggi terhadap performa mitigasi karhutla di wilayah konsesi para anggota. Melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang ketat, korporasi yang tergabung di GAPKI terbukti patuh melakukan proteksi lahan. “Selama ini, meskipun kondisi cuaca memicu kerawanan karhutla, komitmen zero burning di wilayah konsesi member GAPKI berjalan optimal sehingga terbukti nihil hotspot atau bebas dari insiden kebakaran,” tegasnya.

Bedah Isu Strategis Rakercab: Sesi Tanya Jawab Antardivisi Berjalan Interaktif
Aktivitas organisasi langsung bergerak cepat pasca-peresmian. Tepat pukul 13:25 WIB, agenda bergeser ke Hotel Aston Jambi untuk menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

Jalannya Rakercab kali ini berlangsung sangat dinamis, produktif, serta diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dua arah yang berjalan dengan sangat baik. Perwakilan estate manager dan direksi perusahaan secara aktif melempar isu-isu krusial di lapangan. Pertanyaan serta pembahasan tersebut langsung ditanggapi secara lugas dan komprehensif oleh jajaran pengurus dari berbagai divisi teknis yang ada di dalam struktur kepengurusan GAPKI:

  • Divisi Advokasi Hukum: Membedah strategi mitigasi risiko hukum korporasi, pemenuhan regulasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), pemutihan lahan dalam kawasan hutan, serta resolusi konflik agraria demi menjamin legalitas operasional perusahaan.
  • Divisi Perdagangan: Mengupas tuntas fluktuasi harga CPO (Crude Palm Oil), dinamika pasar ekspor, tata niaga TBS (Tandan Buah Segar), hingga kebijakan pembatasan dagang global. Pembahasan difokuskan pada optimalisasi supply chain (rantai pasok) agar kelapa sawit Jambi tetap kompetitif.
  • Divisi Strategis Lainnya: Turut memaparkan program kerja sektoral mulai dari bidang kemitraan, hubungan kelembagaan, hingga inovasi teknologi agraria guna mendukung keberlanjutan bisnis kelapa sawit ke depan.

Melalui brainstorming intensif ini, dirumuskan komitmen bersama agar seluruh stakeholder kelapa sawit di Jambi dapat memperkuat partnership dengan pemerintah daerah, menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar lewat program kemitraan plasma, serta menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi daerah.

Suksesi Kepemimpinan dan Closing Statement
Sebelum sidang diketuk, forum membacakan tata tertib serta menetapkan Surat Keputusan (SK) struktur kepengurusan baru. Hasil Rakercab menetapkan Nanda Apriyansah sebagai Ketua 𝚂𝙲 Cabang Jambi yang baru. Dalam menakhodai organisasi, ia didampingi oleh dua wakil ketua terpilih, yaitu Taufik dan Abidin.

Sidang organisasi tingkat daerah ini ditutup dengan closing statement berupa yel-yel penuh optimisme korporasi: “GAPKI Jambi… Luar… Luar.. Luar biasa!”

Pewarta : Harvery.

Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *