Oktober 28, 2026
Oplus_131072

Oplus_131072

CILEGON, bhayaksa.net— Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan penghijauan secara berkelanjutan demi merealisasikan target 30 persen wilayah Cilegon hijau. Langkah taktis ini diwujudkan melalui sinergi bersama salah satu sektor industri strategis, yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI). Kerja sama tersebut diimplementasikan dalam bentuk pendistribusian serta penanaman 1.500 bibit pohon produktif yang disebar di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten.

Aksi kepedulian lingkungan ini didasari oleh posisi strategis Kota Cilegon sebagai pusat industri nasional. Mengingat mobilitas pabrik dan manufaktur di daerah tersebut menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) yang cukup besar, kehadiran sabuk vegetasi hijau baru dinilai menjadi solusi vital guna menyerap polutan udara dan menghasilkan pasokan oksigen yang sehat bagi masyarakat sekitar.

Pihak manajemen PT Krakatau Tirta Industri memberikan pernyataan resmi dalam agenda koordinasi lingkungan yang berlangsung di Kota Cilegon, Rabu (14/10/2026). Pihaknya menjelaskan bahwa program penanaman ribuan pohon ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian dari langkah mitigasi bencana alam jangka panjang.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk kewaspadaan dan upaya mitigasi agar potensi bencana, khususnya banjir, dapat kita antisipasi bersama di wilayah Cilegon,” ujar Direktur PT Krakatau Tirta Industri, Imam Subekti, dalam rilis resminya di Cilegon, Rabu (14/10/2026). Ia menambahkan bahwa langkah konkret ini diharapkan menjadi motivasi bagi perusahaan-perusahaan lain di Cilegon untuk ikut andil menjaga kelestarian alam di tengah kepadatan industri.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota Cilegon pun menegaskan ketegasan regulasi mengenai kewajiban pemenuhan ruang terbuka hijau di wilayah industri. Melalui keterangannya di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Rabu (14/10/2026), perwakilan pemerintah daerah meminta peran aktif dari seluruh pelaku usaha.

“Oleh karenanya, kami minta industri ikut andil. Paling tidak di lingkungan industri masing-masing minimal 30 persen lahan sekitarnya dibuat penghijauan,” tegas Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, dalam keterangannya di Cilegon, Rabu (14/10/2026). Guna memastikan keberlanjutan ekosistem yang baru dibangun, Pemkot Cilegon melalui perangkat kecamatan dan kelurahan setempat dipastikan akan melakukan tahapan perawatan serta monitoring berkala pasca-penanaman.

Pewarta: Bryan Zandroto

Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *