Oplus_131072
PONTIANAK, bhayaksa.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat kian memasuki fase krusial. Merespons situasi tersebut, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) secara resmi menerima pengerahan 300 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Korps Brigade Mobil (Brimob) untuk memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II pada Selasa (25/8/2026) lalu.
Langkah taktis mendatangkan pasukan khusus yang dibekali sarana dan prasarana penunjang mutakhir ini menjadi sinyal kuat dari Polri dalam mempercepat penanggulangan karhutla demi membebaskan Bumi Khatulistiwa dari ancaman kabut asap.
Usai memimpin apel penerimaan personel BKO di hadapan para awak media, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., membeberkan alasan dan peta strategi di balik pengerahan besar-besaran ini.
“Polda Kalbar telah menyiagakan sebanyak 2.298 personel Polri yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa II. Dengan masuknya tambahan 300 personel Brimob serta 8 personel pendukung sosialisasi, satgas ini semakin kuat untuk operasi penanganan karhutla hingga ke tingkat masyarakat,” tegas Irjen Pol. Alberd Teddy. Ia menambahkan, operasi kali ini sengaja menekankan pendekatan edukasi dan sosialisasi langsung (door-to-door).
8 Kabupaten Dikepung, Fokus di Zona Prioritas
Dalam operasi terintegrasi ini, Polda Kalbar memetakan delapan kabupaten ke dalam beberapa zona pengamanan dan pemadaman prioritas:
- Atensi Khusus: Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi.
- Antisipasi Perbatasan: Kabupaten Sambas dan Sanggau.
- Wilayah Tengah & Selatan: Kabupaten Bengkayang, Mempawah, serta Kayong Utara.
Strategi Taktis Menembus Keterbatasan Air
Selain sebaran titik api, tantangan terbesar tim di lapangan adalah minimnya pasokan air di lokasi karhutla. Guna mengatasi hambatan klasik ini, Polda Kalbar menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Polres jajaran untuk mengeksekusi dua strategi sumber air alternatif.
Pertama, tim langsung memetakan koordinat rawan dan membangun sumur bor di titik sumber air terdekat. Kedua, mengoptimalkan penampungan air pada embung serta parit di sekitar lokasi potensial. Distribusi air pemadaman ini nantinya juga akan mengandalkan swadaya masyarakat serta keterlibatan aktif perusahaan swasta terdekat.
“Laksanakan tugas dengan maksimal, utamakan keselamatan, dan penuh keikhlasan,” pungkas Kapolda Kalbar di hadapan barisan personel yang siap bertolak ke area penugasan.
Pewarta: Mustalim
Editor: Tim bhayaksa.net
