Oplus_131072
BANJARMASIN, bhayaksa.net — Kabut misteri masih menyelimuti Perairan Masalembo menyusul hilangnya ratusan nyawa dalam tragedi maritim yang memilukan. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan POSSI mengerahkan 46 personel penyelam pada hari ketujuh operasi pencarian korban kecelakaan kapal motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Sabtu (19/9/2026). Langkah besar ini diambil guna memaksimalkan pencarian terhadap 126 penumpang yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang misterius di salah satu kawasan perairan paling diwaspadai di Indonesia.
Pernyataan resmi mengenai pergerakan taktis ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana. Ia menjelaskan bahwa penambahan kekuatan bawah air ini merupakan sinergi besar dari berbagai unsur keahlian penyelaman khusus.
“Dari unsur Basarnas mengerahkan Basarnas Special Group (BSG) 20 personel, dan hari ini tambahan enam penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), serta unsur penyelam TNI AL,” kata Putu saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu, 19 September 2026.
Lebih lanjut, pihak berwenang mengapresiasi kolaborasi cepat antarinstansi demi mempercepat penanganan evakuasi di titik koordinat kecelakaan. “Kita berterima kasih sudah di-support, diberikan tambahan personel sehingga lebih banyak lagi tim penyelam,” ujarnya.
Keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pencarian ini meliputi 10 personel elite dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II. Pihak SAR menyatakan bahwa tambahan tim selam tangguh ini dijadwalkan bergerak menuju lokasi kecelakaan pada Sabtu sore. Jika perjalanan laut berjalan sesuai rencana, operasi penyelaman bawah air untuk mencari korban akan langsung dilanjutkan pada Minggu (20/9/2026) pagi.
Berdasarkan data manifes resmi yang dicatat oleh Basarnas hingga Sabtu pukul 13.00 WITA, total penumpang kapal tersebut berjumlah 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 korban telah berhasil ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, 126 korban lainnya masih dalam status pencarian aktif di tengah ketidakpastian.
Peristiwa pilu ini bermula saat KM Virgo Transport 8 berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak akibat cuaca buruk di tengah laut pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal nahas tersebut ditemukan oleh tim pemantau dalam kondisi sudah terbalik di perairan sekitar Kepulauan Masalembo, Laut Jawa. Operasi kemanusiaan berskala besar ini dipastikan akan terus berjalan habis-habisan untuk memberikan jawaban dan kepastian bagi keluarga korban yang terus menanti mukjizat.
Pewarta: Mustalim
Editor: Tim bhayaksa.net
