Oplus_131072
JAKARTA, bhayaksa.net – Tren olahraga di rumah dengan metode body recomposition—yakni proses membakar lemak sekaligus membangun massa otot secara bersamaan—kian diminati masyarakat urban sepanjang tahun 2026. Fenomena ini muncul sebagai solusi praktis bagi individu yang ingin mendapatkan tubuh ideal tanpa harus menghabiskan waktu di pusat kebugaran (gym).
Menanggapi fenomena tersebut, dr. Andika Pratama, Sp.GK, seorang pakar kesehatan dan ahli gizi klinis asal Jakarta, angkat bicara dalam seminar edukasi kesehatan virtual pada Minggu (6/9/2026). Ia menyatakan bahwa metode ini sangat efektif dan aman dilakukan di rumah, asalkan pelaku olahraga memahami pondasi ilmiah di balik metabolisme tubuh.
“Banyak orang salah kaprah dan mengira bahwa menurunkan berat badan berarti harus menahan lapar ekstrem, sementara membentuk otot harus selalu mengangkat beban berat di gym. Padahal, melalui body recomposition yang tepat di rumah, kita bisa mencapai kedua target tersebut secara simultan menggunakan berat badan sendiri atau calisthenics,” ujar dr. Andika di Jakarta.
Menurut dr. Andika, kunci keberhasilan metode ini terletak pada kombinasi tiga pilar utama: manajemen latihan terstruktur, pengaturan nutrisi slight deficit, dan pemanfaatan teknologi pemantau kebugaran.
Penerapan Unsur Latihan dan Nutrisi
Dalam praktiknya, latihan kekuatan tubuh (seperti push-up, squat, dan plank) dilakukan secara konsisten minimal 3 hingga 4 kali seminggu untuk merangsang robekan mikro pada otot yang nantinya akan tumbuh lebih kuat. Di sela-sela hari latihan otot, disisipkan latihan intensitas tinggi atau High-Intensity Interval Training (HIIT) guna mengoptimalkan pembakaran kalori harian.

𝙳𝚊ri sisi pemulihan, dr. Andika menekankan pentingnya asupan protein yang tinggi. “Otot tidak akan terbentuk tanpa bahan baku yang cukup. Masyarakat disarankan mengonsumsi 1,6 hingga 2,2 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya, yang bisa didapatkan dengan mudah dari makanan lokal seperti tempe, tahu, telur, dan dada ayam,” tambahnya.
Teknologi sebagai Panduan di Rumah
Untuk menjembatani kebutuhan instruksi yang benar, penggunaan aplikasi panduan olahraga gratis menjadi alat bantu yang sangat direkomendasikan bagi pemula. Beberapa aplikasi populer yang memiliki fitur mendalam antara lain:
- Nike Training Club (NTC): Menyediakan ratusan video program terstruktur dari pelatih bersertifikat secara gratis tanpa iklan, sangat cocok untuk menyaring gerakan berdasarkan ketersediaan alat.
- Home Workout – No Equipment: Menyediakan animasi 3D terfokus untuk latihan beban tubuh tanpa alat serta grafik otomatis untuk mencatat berat badan dan kalori.
- Freeletics: Menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang adaptif untuk menyusun program custom sesuai tingkat kelelahan pengguna.
Metode body recomposition ini membuktikan bahwa keterbatasan alat dan waktu bukan lagi halangan untuk memulai gaya hidup sehat. Dengan konsistensi menjaga pola makan tinggi protein dalam kondisi defisit kalori tipis, impian memiliki tubuh yang bugar dan proporsional kini dapat diwujudkan langsung dari dalam rumah.
TENTANG PAKAR KESEHATAN (NARASUMBER)
dr. Andika Pratama, Sp.GK adalah seorang pakar kesehatan dan ahli gizi klinis yang berbasis di Jakarta. Beliau aktif mengedukasi masyarakat urban mengenai pentingnya investasi kesehatan jangka panjang melalui tulisan, seminar medis, dan panduan nutrisi fungsional yang aman serta praktis dijalankan sehari-hari.
Pewarta: Timothy
Editor: Tim bhayaksa.net
