Oplus_131072
KARO, bhayaksa.net – Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kembali menunjukkan eskalasi vulkanik yang signifikan sejak awal pekan ini. Setelah sempat melontarkan kolom abu tebal setinggi 3.500 meter di atas puncak kawah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status aktivitas gunung api ini dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Langkah mitigasi cepat langsung diambil pemerintah daerah seiring meningkatnya ancaman material vulkanik dan potensi awan panas.
Evakuasi Warga dan Dampak Sosial di Pengungsian
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, sedikitnya 650 jiwa atau sekitar 211 kepala keluarga (KK) dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, telah dievakuasi. Warga terdampak kini ditempatkan di Posko Penanganan Darurat Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Meski logistik dasar seperti dapur umum, pasokan air bersih, dan alas tidur telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama unsur TNI-Polri, beberapa pengungsi di lapangan sempat mengeluhkan keterbatasan fasilitas saniter pada fase awal penataan posko. Sementara itu, wilayah tetangga seperti Desa Payung kini ditetapkan dalam kondisi siaga penuh dengan opsi evakuasi taktis sewaktu-waktu jika eskalasi terus memburuk.
Kerugian Sektor Bisnis Pertanian dan Transportasi Udara
Peningkatan aktivitas vulkanik ini tidak hanya memicu krisis kemanusiaan, melainkan juga menekan roda perekonomian dan makroekonomi daerah. Paparan abu vulkanik tebal dilaporkan mulai menerjang ratusan hektare lahan pertanian produktif di sekitar lereng Sinabung, yang mengancam komoditas sayur dan buah unggulan Karo mengalami gagal panen.
Di sektor transportasi dan logistik bisnis, sebaran abu vulkanik di ruang udara Sumatra Utara sempat mengganggu operasional penerbangan. Otoritas bandara sempat memberlakukan penutupan sementara pada Bandara Internasional Kualanamu (KNO) demi menjaga aspek keselamatan penerbangan (safety flight). Akibatnya, lebih dari 20 jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan menuju Kualanamu terpaksa dibatalkan atau disesuaikan jadwalnya, termasuk rute penghubung utama ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Rekomendasi Zona Bahaya dari Otoritas Terkait
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menegaskan bahwa kondisi vulkanik di dalam perut gunung masih sangat fluktuatif. PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat, wisatawan, maupun pelaku logistik tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 3 kilometer dari puncak aktif.
Selain itu, larangan sektoral juga diberlakukan sejauh 6 kilometer untuk sektor selatan-tenggara guna menghindari jalur utama awan panas. Warga yang bermukim di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi ancaman banjir lahar dingin, terutama saat wilayah Karo diguyur hujan lebat.
Pewarta: Haposan Sinabutar
Editor: Tim bhayaksa.net
