Oktober 28, 2026
Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA, bhayaksa.net—-Pakar kesehatan sekaligus Ahli Gizi dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.G.K.(K), mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengatur pola makan demi menghindari penyakit asam urat (gout). Imbauan ini disampaikan dalam sebuah seminar edukasi kesehatan nasional yang berlangsung di Gedung IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Jakarta Pusat, pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Dr. Samuel, penumpukan kristal asam urat pada sendi dipicu oleh tingginya kadar purin dalam tubuh. Hal ini terjadi karena banyak orang salah memilih jenis makanan akibat kurangnya edukasi dan gaya hidup modern.

“Asam urat bukan lagi penyakit lansia. Banyak usia produktif terkena karena sering mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, hidangan laut (seafood), daging merah berlebih, serta minuman manis berkadar fruktosa tinggi,” ujar Dr. Samuel saat menyampaikan materi seminar pagi tadi.

Secara sederhana, purin adalah zat alami yang berfungsi sebagai komponen pembentuk sel tubuh. Ketika tubuh selesai memproses purin, sisa metabolisme yang tertinggal akan menjadi zat sampah bernama asam urat.

Cara Kerja Ginjal Menyaring Purin

Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme pembuangan otomatis melalui organ ginjal yang bertindak sebagai filter utama:

  1. Penyaringan Darah: Darah yang mengandung asam urat masuk ke dalam nefron (unit penyaring kecil di ginjal). Setiap hari, ginjal menyaring sekitar 70% dari total asam urat yang larut dalam darah.
  2. Penyerapan Kembali: Zat-zat penting diserap kembali oleh pembuluh darah, sedangkan sebagian kecil asam urat diserap ulang sesuai kebutuhan homeostatis tubuh.
  3. Pembuangan Akhir: Sisa asam urat yang tidak diserap kembali akan dialirkan menuju kandung kemih dan dibuang dari tubuh melalui urine (air kencing).

Ketika konsumsi makanan tinggi purin terlalu berlebih atau fungsi ginjal menurun, ginjal akan kewalahan. Akibatnya, zat sisa ini mengendap di persendian dan membentuk kristal tajam yang memicu peradangan.

1. Daftar Makanan Tinggi Purin yang Harus Dihindari

Masyarakat wajib membatasi atau menghindari kelompok makanan dengan kadar purin tinggi (di atas 150 mg per 100 gram makanan):

  • Jeroan: Hati, ampela, ginjal, otak, babat, dan usus.
  • Daging Merah & Olahan: Daging bebek, kambing, sapi berlemak, sosis, dan kornet.
  • Makanan Laut (Seafood): Kerang, kepiting, udang, cumi-cumi, sarden, makarel, teri, dan tuna.
  • Ekstrak Daging & Kaldu: Kuah bakso kental, kaldu instan, dan hidangan bersantan kental yang dipanaskan berulang.
  • Alkohol & Minuman Manis: Bir, tuak, serta minuman yang menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa (soft drink dan jus kemasan) karena memicu tubuh memproduksi asam urat lebih cepat.

2. Tips Memasak untuk Mengurangi Kadar Purin

Dr. Samuel membagikan trik mengolah bahan makanan di dapur agar lebih aman dikonsumsi:

  • Metode Merebus (Boiling): Merebus daging atau sayuran di dalam air terbukti mampu melarutkan dan mengurangi kadar purin hingga 20% – 50%.
  • Buang Air Rebusan Pertama: Saat memasak daging ayam atau ikan, buang air rebusan pertamanya karena zat purin yang larut akan berkumpul di air kaldu tersebut. Jangan mengonsumsi kuah kaldunya.
  • Hindari Membakar dan Memanggang langsung: Proses membakar atau memanggang dengan suhu kering justru dapat mengonsentrasikan dan meningkatkan kepadatan zat purin di dalam makanan.
  • Batasi Minyak dan Santan: Hindari menggoreng rendaman bahan makanan dengan minyak berlebih atau bumbu santan kental. Lemak jenuh tinggi dapat menghambat ginjal dalam membuang asam urat keluar dari tubuh.

3. Contoh Menu Makanan Harian (Meal Plan) Aman Asam Urat

Rancangan menu harian berikut ini difokuskan pada makanan rendah purin, kaya cairan, dan tinggi antioksidan untuk membantu peluruhan zat sisa:

  • Sarapan Pagi: Oatmeal dengan potongan buah stroberi, ditambah 1 gelas susu rendah lemak (low-fat milk). Serat oatmeal berguna menjaga berat badan, sementara kandungan vitamin C pada stroberi mempercepat pembuangan asam urat melalui urine.
  • Makan Siang: Nasi merah, pepes ikan mas atau ayam tanpa kulit, dipadukan dengan tumis wortel dan buncis yang diolah menggunakan sedikit minyak zaitun. Menu ini merupakan sumber protein hewani yang dimasak secara sehat serta ramah bagi persendian.
  • Camilan Sore: Buah jeruk, apel segar, atau segelas jus ceri asli tanpa tambahan gula. Buah ceri terbukti secara klinis memiliki senyawa aktif untuk menurunkan risiko terjadinya serangan nyeri sendi.
  • Makan Malam: Sup bening hangat berisi kentang, telur ayam rebus, dan tahu putih. Hidangan ini merupakan menu hidrasi yang ringan dan sangat aman dikonsumsi menjelang waktu tidur malam.

Penting: Selalu penuhi kebutuhan minum air putih 2 – 2,5 liter (8 – 10 gelas) per hari guna membantu kelancaran kerja penyaringan organ ginjal.

4. Gejala Awal Serangan Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Serangan asam urat (gout flare) umumnya datang mendadak, terutama pada malam atau dini hari. Waspadai tanda-tanda berikut:

  • Nyeri Hebat pada Satu Sendi: Umumnya menyerang pangkal jempol kaki (podagra), pergelangan kaki, atau lutut dengan rasa sakit seperti tertusuk atau terbakar.
  • Pembengkakan dan Kemerahan: Sendi tampak membesar, kulit di atasnya menjadi kemerahan atau keunguan, serta terlihat kencang mengilap.
  • Sensasi Panas saat Disentuh: Saat area sendi yang sakit diraba dengan tangan, suhunya terasa jauh lebih hangat atau panas dibanding area tubuh lain.
  • Kekakuan Gerak secara Total: Sendi menjadi kaku dan sulit digerakkan. Bahkan, gesekan ringan dari selembar kain selimut pun bisa memicu rasa sakit yang luar biasa.

Melalui edukasi intensif di tahun 2026 ini, para pakar medis berharap masyarakat dapat mengubah gaya hidup secara menyeluruh demi investasi kesehatan jangka panjang.

Mengenal Pakar: Dr. dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.G.K.(K)

Dr. dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.G.K.(K) adalah seorang dokter spesialis gizi klinik senior terkemuka di Indonesia. Beliau menamatkan pendidikan kedokteran umum, magister sains (M.S.) bidang gizi, hingga meraih gelar Doktor (Dr.) dan Spesialis Gizi Klinik di Universitas Indonesia (UI). Dalam kesehariannya, beliau aktif membagikan edukasi kesehatan di berbagai media nasional, mengajar sebagai dosen, serta bertugas melayani pasien di rumah sakit swasta besar di wilayah Jakarta.

Pewarta: Timothy.

Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *