Oplus_131072
Atambua, Kupang, bhayaksa.net—- Turnamen Catur Ceria resmi digelar di Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Belu, kawasan perbatasan RI-RDTL, pada hari Selasa (25/8/2026). Perhelatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para pegiat catur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Belu dan LVRI Belu, dengan dukungan penuh dari Polsek Tasifeto Barat. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 30 pecatur yang tergabung dalam 9 klub perwakilan dari tiga wilayah, yaitu Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU).
Berikut rincian lengkap dari jalannya kegiatan tersebut:
Peserta dan Klub yang Bertanding
Turnamen catur ini diikuti oleh sembilan klub lokal yang mengirimkan para pecatur terbaiknya, antara lain:
- En Passant A
- En Passant B
- Kuda Putih
- Kuda Mas
- Pion Sakti
- Kuda Bulak
- Jantung Raja
- Percasi TTU
- Benteng Lakaan
Filosofi Catur dan Pembinaan Atlet Baru
Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak LVRI Belu yang telah memfasilitasi dan menyediakan tempat untuk menyukseskan turnamen ini. Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Anggota DPRD Belu dari Fraksi NasDem tersebut menekankan nilai penting di balik permainan catur.
“Selain dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, lomba catur ini juga mengajarkan kita banyak hal tentang karakter seseorang. Kita belajar mengenai hal-hal yang telah terjadi, sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi,” ujar Aprianus.
Ia menambahkan bahwa catur memiliki filosofi mendalam yang mengajarkan pentingnya perencanaan strategis, pengambilan keputusan yang cermat, serta pengorbanan demi mencapai tujuan yang lebih besar. Aprianus berharap ajang ini dapat melahirkan bibit-bibit pecatur baru yang nantinya akan terus dibina dalam wadah klub agar bisa menjadi atlet terbaik bagi daerah NTT.
Dukungan Penuh dari LVRI Belu
Senada dengan hal tersebut, Ketua LVRI Belu, Stefanus Atok, menegaskan bahwa lembaganya akan selalu mendukung kegiatan positif seperti ini. Ia berharap turnamen yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut dapat memberikan dampak positif dan memicu ketertarikan warga lainnya untuk ikut serta pada kompetisi di masa mendatang.
“Selamat bertanding, jaga dan junjung tinggi sportivitas sesama pecatur. Melalui turnamen ini, semoga bisa lahir pecatur-pecatur terbaik dari daerah,” ungkap Stefanus memberikan motivasi kepada para peserta.
Agenda pembukaan turnamen ini turut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris beserta jajaran pengurus Percasi Belu, serta perwakilan dari Kapolsek Tasifeto Barat (Tasbar).
Pewarta: Susana Emilia Taebenu
Editor: Tim bhayaksa.net
