Oplus_131072
JAKARTA,bhayaksa.net— Sosok muda yang inspiratif kembali muncul dari belantara Ibu Kota. Neysa Putri Khairani (19), mahasiswi baru jurusan Kedokteran Gigi Universitas Yarsi, Jakarta Pusat, membuktikan bahwa usia muda bukanlah batasan untuk mencetak sederet prestasi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Anak pertama dari tiga bersaudara asal Jakarta Barat yang akrab disapa Ney ini dikenal memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan berorganisasi.
Di tengah kesibukan akademisnya, sosok yang hobi berolahraga ini juga aktif bekerja sebagai model lepas (freelance model) serta menjadi guru privat untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Rekam jejak prestasi Ney sebenarnya telah terpancar sejak ia menimba ilmu di pondok pesantren. Saat itu, ia konsisten mempertahankan posisi enam besar selama tiga tahun berturut-turut.
Tak berhenti di situ, bakat dan minatnya terus berkembang hingga berhasil menyabet Juara 2 Lomba Basket 3 on 3 pada tahun 2023, serta menjadi peserta Olimpiade Biologi pada tahun 2024.
Kiprahnya di panggung inspirasi kian melesat setelah ia berhasil menyabet gelar 1st Runner Up Miss Muslimah Hunt 2026 sekaligus Miss Hijab Intelegensia Jakarta 2026.
Advokasi Kesehatan Mental: ‘Your Dream, Your Rules’
Tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi, keberhasilan tersebut ia jadikan pijakan untuk mendirikan komunitas pemberdayaan perempuan bernama LanternSisters. Lewat wadah ini, Ney mencetuskan sebuah gerakan advokasi bertajuk ‘Your Dream, Your Rules’.
Gerakan ini lahir dari kepeduliannya terhadap dinamika kehidupan generasi muda yang rentan terpapar tekanan sosial. Fokus utamanya adalah menjaga kesehatan mental, khususnya bagi kaum perempuan yang sedang berjuang dalam proses pengembangan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh stigma maupun penilaian negatif lingkungan sekitar.
Melalui LanternSisters, Ney menjalankan dua program unggulan, yaitu Perempuan Berbagi dan Perempuan Mengajar, sebagai ruang bertumbuh bagi sesama.
”Komentar atau penilaian orang lain, terutama yang negatif, bisa memengaruhi kesehatan mental dan akhirnya menghambat proses kita untuk berkembang,” ujar Ney saat menjelaskan latar belakang gerakannya, Senin (10/8/2026) lalu.
Edukasi tersebut telah direalisasikan secara daring (online) maupun luring (offline). Salah satu aksi nyatanya dilakukan melalui sesi berbagi bersama para siswi di MA An-Nida Al-Islamy untuk membekali mereka dalam menghadapi tekanan sosial dan tetap berani mengejar cita-cita.
Peluang dan Pesan Inspiratif Generasi Muda
Menyoroti fenomena anak muda saat ini yang kerap membandingkan diri di media sosial, Ney menilai edukasi kesehatan mental sangat krusial dan relevan untuk terus digalakkan.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah masih kuatnya stigma masyarakat yang menganggap isu kesehatan mental sebagai hal sepele.
Oleh karena itu, Ney menekankan pentingnya menyampaikan materi edukasi secara menarik, inklusif, dan tanpa kesan menggurui.
Ia menegaskan bahwa pencapaiannya hingga hari ini tak lepas dari dukungan penuh keluarga, sahabat, dan lingkungan terdekat yang selalu memberikan kepercayaan.
Menutup perbincangan, Ney menyampaikan pesan berharga bagi seluruh generasi muda:
“You can listen to the world without letting the world define you.”
Ia mengajak seluruh generasi muda untuk tidak membiarkan opini orang lain membatasi impian, melainkan terus bertumbuh dengan cara sendiri serta berani belajar dari setiap kegagalan.
Berbagai aktivitas dan portofolio inspiratif Ney dapat dilihat langsung melalui akun Instagram pribadinya di @neysakhairani dan @portofolio.neysa.
Pewarta: Timothy
Editor: Tim bhayaksa.net
