Oplus_131072

Oplus_131072

Meybi Agnesya Neolaka

KUPANG,bhayaksa.net – Di tangan Meybi Agnesya Neolaka, daun kelor yang kerap dianggap sebelah mata kini naik kelas. Lewat bendera bisnis Timor Moringa, perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sukses menyulap tanaman pagar tersebut menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi sekaligus motor penggerak ekonomi warga lokal.

“Dulu kelor atau marungga ini diidentikkan dengan makanan masa sulit atau tanaman mistis. Stigma itu yang ingin kami patahkan dengan sentuhan inovasi produk yang modern dan higienis,” ujar Meybi dalam wawancara khusus bersama reporter bhayaksa.net, Susana Emilia Taebenu, Sabtu (22/8/2026).

Melalui Timor Moringa, Meybi meluncurkan berbagai varian produk kekinian mulai dari cokelat kelor, teh celup kesehatan, hingga serbuk murni daun kelor untuk suplemen nutrisi. Kehadiran produk-produk ini berhasil menembus pasar ritel modern dan pusat oleh-oleh utama di Kota Kupang, bahkan kerap tampil di berbagai pameran berskala nasional.

Sinergi dan Pemberdayaan Berkelanjutan

Kunci utama keberhasilan bisnis Timor Moringa terletak pada konsep wirausaha sosial (social entrepreneurship) yang inklusif. Meybi tidak mengandalkan perkebunan korporat berskala besar, melainkan memilih merangkul dan membina kelompok tani serta ibu-ibu rumah tangga prasejahtera di sekitar Kupang untuk menyuplai daun kelor berkualitas.

“Masyarakat diajarkan bagaimana cara memanen dan mencuci daun kelor dengan standar higienis. Ini penting agar kandungan nutrisinya tetap terjaga utuh sampai ke tangan konsumen,” jelas Meybi menambahkan.

Langkah ini menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan. Kelor yang awalnya tumbuh liar di pekarangan tanpa nilai jual kini bertransformasi menjadi sumber pendapatan tambahan yang konsisten bagi masyarakat lokal di Kupang.

Kendati demikian, tantangan dalam mengoperasikan UMKM kecil di wilayah kepulauan tetap ada. Tingginya ongkos logistik pengiriman kemasan dari Pulau Jawa serta ketergantungan pada cuaca saat proses pengeringan higienis menjadi ujian konsistensi yang terus dihadapi. Namun, melalui pembinaan berkelanjutan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT dan pemanfaatan izin Halal Self-Declare, Timor Moringa berhasil menjaga standar produknya di pasaran.

Melalui inovasi kemasan yang estetis serta edukasi manfaat kesehatan yang konsisten, Meybi membuktikan bahwa tanaman lokal khas Flobamora memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di daerah.


Reporter: Susana Emilia Taebenu
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *