IMG_20260825_212945

NABIRE, bhayaksa.net — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mengoperasikan penerbangan perdana pesawat perintis bersubsidi rute Nabire menuju Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (24/8/2026). Langkah strategis ini diambil guna memotong rantai isolasi geografis yang selama ini membelenggu masyarakat di wilayah pegunungan pedalaman Papua.

Program transportasi udara murah ini merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen yang sebelumnya diluncurkan secara simbolis oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., tepat pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bandara Lama Nabire, 17 Agustus 2026 lalu.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai pengoperasian layanan penerbangan subsidi rakyat tersebut:

Jangkau Enam Kabupaten Pegunungan

Untuk merealisasikan program ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng PT Associated Mission Aviation (AMA), maskapai penerbangan perintis yang telah puluhan tahun menguasai medan ekstrem dan merintis berbagai landasan pacu (airstrip) di pedalaman Tanah Papua.

Penerbangan subsidi ini dirancang untuk melayani konektivitas di enam kabupaten cakupan Provinsi Papua Tengah. Jadwal dan frekuensi penerbangan diatur berdasarkan tingkat kebutuhan wilayah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Intan Jaya (Rute Nabire – Sugapa PP): Beroperasi 3 kali sepekan.
  2. Kabupaten Puncak (Rute Nabire – Ilaga PP): Beroperasi 3 kali sepekan.
  3. Kabupaten Puncak Jaya (Rute Nabire – Mulia PP): Beroperasi 3 kali sepekan.
  4. Kabupaten Paniai (Rute Nabire – Enarotali PP): Beroperasi 2 kali sepekan.
  5. Kabupaten Deiyai (Rute Nabire – Waghete PP): Beroperasi 2 kali sepekan.
  6. Kabupaten Dogiyai (Rute Nabire – Moanemani PP): Beroperasi 2 kali sepekan.

Dongkrak Ekonomi dan Akses Pelayanan Dasar

Akses transportasi udara yang terjangkau merupakan urat nadi utama bagi masyarakat pegunungan. Selama ini, tingginya biaya sewa pesawat komersial non-subsidi berimbas langsung pada melambungnya harga barang-barang kebutuhan pokok di pedalaman.

Melalui subsidi ongkos angkut udara ini, pemerintah berharap dapat memangkas disparitas harga logistik secara signifikan. Selain pemulihan sektor ekonomi, kehadiran pesawat subsidi ini mempermudah mobilisasi guru, tenaga medis, serta pasien darurat yang membutuhkan penanganan cepat ke ibu kota provinsi di Nabire.

Sikat Praktik Percaloan Tiket

Menyadari kerawanan penyelewengan bantuan, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kokoya, menegaskan bahwa pengawasan di lapangan akan diperketat demi memastikan subsidi ini tepat sasaran. Dishub bersama DPR Papua Tengah berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk praktik percaloan tiket pesawat perintis.

“Tiket bersubsidi ini murni hak rakyat kecil. Kami tidak akan toleran terhadap oknum yang mencoba mengambil keuntungan pribadi. Jika masyarakat menemukan adanya permainan harga tiket di atas tarif resmi, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak tegas,” ujar Ewonggen dalam keterangannya.

Masyarakat menyambut baik operasional perdana ini dan berharap kuota penerbangan dapat terus konsisten guna mendukung aktivitas harian warga pedalaman yang selama ini serbatertinggal dari segi aksesibilitas transportasi.

Pewarta: Yanpiet Sokoy
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *