MEDAN, bhayaksa.net —- Bencana banjir akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Deli kembali merendam permukiman padat penduduk di kawasan Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat sedikitnya 803 unit rumah yang dihuni oleh ribuan jiwa terdampak langsung oleh banjir kiriman dari wilayah hulu pegunungan tersebut.
Kronologi Luapan Air dan Ketinggian Nyaris Menyentuh Loteng
Luapan air sungai dilaporkan mulai naik secara signifikan pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Memasuki Selasa dini hari pukul 02.35 WIB, debit air terus meningkat tajam akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Kondisi terparah melanda kawasan Kelurahan Sei Mati, di mana ketinggian banjir sempat mencapai hingga 3 meter. Menurut penuturan warga setempat, terjangan air datang sangat cepat hingga hampir menyentuh loteng dan memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Pemutakhiran Data Korban dan Kerugian Materiel
Berdasarkan pendataan terbaru yang dirilis oleh tim reaksi cepat di lapangan pada Selasa sore, luapan Sungai Deli kali ini berdampak pada sejumlah lingkungan di Kecamatan Medan Maimun:
- Total Warga Terdampak: Tercatat sebanyak 803 kepala keluarga (KK) dengan total 3.116 jiwa yang sempat mengungsi atau terjebak genangan air.
- Kelompok Rentan: Dari total korban terdampak, petugas memprioritaskan evakuasi terhadap 42 jiwa lansia, 15 ibu hamil, serta 112 anak-anak dan balita ke tempat yang lebih aman.
- Korban Jiwa: Dipastikan tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa banjir kiriman ini. Seluruh warga berhasil dievakuasi sebelum debit air mencapai titik tertinggi.
- Kerugian Fisik: Selain merendam ratusan rumah, fasilitas umum seperti dua unit musala dan satu bangunan sekolah dasar (SD) setempat turut tergenang lumpur bawaan sungai.
Ratusan Warga Mengungsi di Pinggir Jalan dan Kantor Kelurahan
Akibat tempat tinggal mereka terendam total, ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Sebagian besar warga terdampak mendirikan posko swadaya sementara dan bertahan di pelataran ruko sepanjang pinggir Jalan Raya Brigjend Katamso. Selain di bahu jalan raya, warga juga dievakuasi ke titik pengungsian resmi di Kantor Kelurahan Sei Mati.
Memasuki Selasa pagi hingga siang hari, kondisi air di beberapa titik dilaporkan sudah mulai berangsur surut. Warga dibantu petugas gabungan kini mulai kembali k rumah masing-masing untuk bergotong-royong membersihkan sisa-sisa endapan lumpur tebal setinggi betis.
Titik Penyaluran Bantuan Logistik dan Dapur Umum
Untuk meringankan beban warga terdampak, posko bantuan dan Dapur Umum darurat telah didirikan di tiga titik strategis:
- Posko Utama Kelurahan Sei Mati: Berpusat di Kantor Kelurahan Sei Mati, menjadi titik utama penyaluran bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan.
- Posko Swadaya Jalan Brigjend Katamso: Tersebar di area pelataran ruko pinggir jalan raya (termasuk di dekat Gang Masjid dan Gang Pelita) sebagai posko distribusi cepat bagi warga yang masih bertahan menjaga barang-barang mereka di bahu jalan.
- Pusat Logistik Dinas Sosial / BPBD Kota Medan: Menyuplai bahan makanan mentah dan kebutuhan balita langsung ke titik pengungsian warga.
Kesiapsiagaan Instansi Kesehatan di Posko Darurat
Untuk mengantisipasi pascabanjir yang rawan menimbulkan penyakit kulit dan pencernaan, Dinas Kesehatan Kota Medan melalui UPT Puskesmas Kampung Baru dan UPT Puskesmas Matsum telah mendirikan posko kesehatan 24 jam.
Petugas medis dari kedua puskesmas tersebut dikerahkan langsung ke lokasi pengungsian di Jalan Brigjend Katamso untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis, pembagian vitamin, serta masker bagi warga terdampak, terutama lansia dan anak-anak.
Kondisi Arus Lalu Lintas Jalur Medan Maimun dan Rute Alternatif
Pasca-surutnya genangan di badan jalan utama, arus lalu lintas di kawasan Jalan Brigjend Katamso terpantau mengalami kepadatan dan perlambatan volume kendaraan. Situasi ini dipicu oleh banyaknya kendaraan warga terdampak yang diparkir sementara di bahu jalan tinggi, serta adanya aktivitas pembersihan lumpur di beberapa akses gang pemukiman, seperti Gang Burung, Gang Pelita, dan Gang Masjid. Pengendara yang melintas diimbau untuk tetap berhati-hati karena aspal cenderung licin akibat sisa endapan lumpur.
Guna menghindari penumpukan volume kendaraan dan kemacetan parah di sepanjang Jalan Brigjend Katamso, pengendara diimbau untuk menggunakan rute alternatif berikut:
- Dari Arah Pusat Kota (Lapangan Merdeka) menuju Amplas / Johor: Pengendara disarankan mengalihkan rute melalui Jalan Sisingamangaraja atau melewati Jalan Juanda langsung menuju Jalan STM / Jalan Brigjend Katamso Ujung.
- Dari Arah Istana Maimun menuju Medan Johor: Dapat mengambil jalur alternatif melalui Jalan Polonia atau Jalan Melati, kemudian tembus ke arah Jalan Jamin Ginting / Jalan Padang Bulan guna memutar area terdampak banjir.
Petugas dari Satlantas Polrestabes Medan dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah ditempatkan di beberapa persimpangan utama untuk mengarahkan pengguna jalan.
Pernyataan Resmi Pihak Kecamatan Medan Maimun
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Medan Maimun, Kiki Zulfikar, S.Sos, M.Si, memberikan pernyataan resmi langsung di lokasi pengungsian pada Selasa sore, 25 Agustus 2026, setelah tim reaksi cepat selesai melakukan pendataan penanganan kedaruratan.
“Fokus utama kami sejak Selasa dini hari adalah evakuasi dan keselamatan warga. Saat ini air sudah mulai surut, dan pihak kecamatan terus berkolaborasi dengan BPBD serta Dinas Sosial untuk memastikan pasokan makanan di tiga titik dapur umum mencukupi hingga tiga hari ke depan. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak terburu-buru menghidupkan aliran listrik di dalam rumah sebelum dipastikan benar-benar kering oleh petugas PLN,” ujar Kiki Zulfikar.
Pewarta: Haposan Sinabutar
Editor: bhayaksa.net
