oplus_0
JAMBI,𝗯𝗵𝗮𝘆𝗮𝗸𝘀𝗮.𝗻𝗲𝘁– Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti langit Kota Jambi hingga Jumat (4/9/2026). Merespons situasi kualitas udara yang terus berada di kategori Sangat Tidak Sehat, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah cepat guna melindungi warganya, terutama anak-anak sekolah.
Berdasarkan data stasiun pemantauan kualitas udara di Paal Lima, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Jambi sempat menyentuh angka mengkhawatirkan di kisaran 210 pada pagi hari. Bau sangit menyengat dan partikel debu halus sisa pembakaran dilaporkan mulai masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, Pemkot Jambi resmi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah secara daring dari rumah hingga hari ini, Jumat, 4 September 2026. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 25 Tahun 2026 untuk jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak kita dari paparan langsung racun asap,” ujar juru bicara Pemkot Jambi dalam keterangannya.
Selain meliburkan sekolah tatap muka, Dinas Kesehatan Kota Jambi juga telah menyiagakan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Setidaknya ada 6.800 boks masker yang disebar ke fasilitas kesehatan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pemkot Jambi juga mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat sangat disarankan untuk menggunakan masker standar kesehatan. Bagi warga yang melihat titik api baru atau membutuhkan bantuan darurat, layanan Call Center Jambi 112 dipastikan tetap siaga penuh selama 24 jam.
Mengingat polusi ini sebagian besar merupakan asap kiriman dari wilayah sekitar, Pemkot Jambi terus berkoordinasi intensif dengan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, TNI, Polri, dan BNPB untuk mempercepat proses pemadaman di area-area yang terbakar.
𝗣𝗲𝘄𝗮𝗿𝘁𝗮: 𝗛𝗮𝗿𝘃𝗲𝗿𝘆
𝗘𝗱𝗶𝘁𝗼𝗿: 𝗧𝗶𝗺 𝗯𝗵𝗮𝘆𝗮𝗸𝘀𝗮.𝗻𝗲𝘁
