Oplus_131072

Oplus_131072


​SURABAYA,bhayaksa.net— Ajang pameran dagang terbesar di Kota Pahlawan, Surabaya Great Expo (SGE) 2026, kembali digelar dengan mengusung misi besar memperkuat kemandirian ekonomi kerakyatan. Berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 5 hingga 9 Agustus 2026, gelaran ini tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga pusat solusi komprehensif bagi pelaku usaha. Konsistensi SGE dalam menggerakkan perekonomian daerah terbukti dari catatan fantastis sepanjang kurun waktu 2022 hingga 2025, di mana perputaran transaksi kumulatif berhasil menembus angka lebih dari Rp30,3 miliar.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa dalam setiap penyelenggaraannya, rata-rata transaksi pameran selalu berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp9 miliar. Angka tersebut menegaskan tingginya kebutuhan ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal.
​Tidak berhenti pada aspek promosi penjualan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen mengawal UMKM dari hulu ke hilir melalui fasilitasi legalitas usaha secara menyeluruh. Tercatat sekitar 370 UMKM binaan telah difasilitasi dengan penerbitan kurang lebih 450 legalitas, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pendaftaran hak merek.


​”Pameran ini bukan hanya soal menampilkan dan menjual produk. Bagaimana kita memberikan sertifikat halal, membantu sertifikat merek, ini yang sangat dibutuhkan UMKM. Pemerintah tugasnya memfasilitasi,” ujar Wali Kota Eri saat membuka acara, Rabu, 5 Agustus 2026.
​Sebagai langkah strategis jangka panjang agar para pelaku usaha semakin mandiri, Pemkot Surabaya berencana menggelar pameran serupa secara berkala setiap tiga bulan sekali.

Fasilitas Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall disiapkan sebagai pusat kegiatan rutin tersebut. Menurut Eri, intervensi pemerintah dalam menyediakan ruang dan fasilitas akan memicu pergerakan ekonomi yang berjalan secara mandiri oleh pelaku usaha itu sendiri.


​Kolaborasi Inklusif dan Layanan Publik Terpadu


​SGE 2026 juga menghadirkan warna inspiratif melalui kolaborasi inklusif yang melibatkan anak-anak disabilitas berprestasi dari Rumah Anak Prestasi (RAP) untuk mendesain motif batik. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor UMKM dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan talenta muda dan ekonomi kreatif.


​Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menambahkan bahwa SGE 2026 diikuti oleh 106 peserta dengan total 142 stan yang mencakup perangkat daerah, BUMD, BUMN, koperasi, hingga pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Tahun ini, target transaksi dipatok mencapai Rp7 miliar dengan estimasi kunjungan publik sebanyak 47.650 orang.


​Selain pameran produk, masyarakat dan pelaku usaha juga dapat menikmati berbagai layanan publik terpadu di lokasi acara, seperti layanan paspor, perizinan, hingga pendampingan sertifikasi halal dan merek.
​”SGE menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, pembeli, dan masyarakat untuk membangun jejaring bisnis yang produktif. Kami berharap dampaknya tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi berlanjut pada pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” pungkas Mia.


​Pewarta: Yoyok Sudibyo
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *