Oplus_131072
AMBON, bhayaksa.net – Guna mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bergerak cepat menggelar hari pertama Operasi Antik Salawaku 2026.
Dalam razia yang berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari tersebut, tim gabungan menyasar sejumlah tempat hiburan malam ternama di Kota Ambon.
Operasi skala besar ini tidak hanya melibatkan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, melainkan juga mengusung sinergi lintas instansi bersama POM TNI, BNN Provinsi Maluku, hingga Bea Cukai Provinsi Maluku.
Dua Tempat Hiburan Malam Disisir Petugas
Dua lokasi hiburan malam yang menjadi sasaran utama pemeriksaan tim gabungan malam itu yakni Golden Place Karaoke dan PUB serta Dragon Karaoke dan PUB.
Di kedua lokasi tersebut, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Prosedur meliputi pengecekan identitas diri, penggeledahan badan, hingga tes urine secara selektif terhadap pengunjung, pemandu lagu (lady companion/LC), hingga disc jockey (DJ) yang tengah bertugas.
Hasil Pemeriksaan: Seluruhnya Negatif Narkoba
Dari hasil uji laboratorium lapangan terhadap sampel urine di kedua lokasi, petugas memastikan tidak menemukan adanya kandungan narkotika maupun zat psikotropika pada seluruh peserta yang diperiksa.
Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku sekaligus Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) Operasi Antik Salawaku 2026, Kombes Pol Indra Gunawan, menyampaikan bahwa hasil bersih ini merupakan indikator awal yang sangat positif.
“Operasi Antik Salawaku 2026 merupakan langkah nyata Polda Maluku dalam mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika. Hasil pemeriksaan malam ini menunjukkan seluruh peserta yang diperiksa negatif narkoba, namun pengawasan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tegas Kombes Pol Indra Gunawan.
Ia menambahkan, operasi ini tidak hanya berorientasi pada penindakan hukum semata, melainkan juga sebagai sarana edukasi untuk mendorong kepatuhan para pengelola tempat hiburan malam serta meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya laten narkoba.
“Kami mengedepankan penegakan hukum yang profesional, terukur, dan humanis. Sinergi bersama POM TNI, BNN, dan Bea Cukai akan terus diperkuat agar jaringan peredaran narkoba tidak memiliki ruang berkembang di Maluku,” lanjutnya.
Polda Maluku Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memberikan apresiasi atas hasil nihil penyalahgunaan narkoba pada razia perdana tersebut. Kendati demikian, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat dan aparat tidak cepat berpuas diri.
“Hasil negatif yang diperoleh dalam pemeriksaan ini patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat kita lengah. Polda Maluku akan terus melaksanakan Operasi Antik Salawaku 2026 secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ungkap Kombes Pol Rositah Umasugi.
Lebih lanjut, Kabid Humas mengajak peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran gelap narkoba dengan berani melaporkan indikasi atau dugaan penyalahgunaan di lingkungan masing-masing.
Polda Maluku memastikan Operasi Antik Salawaku 2026 akan terus digencarkan secara rutin dan menyasar berbagai titik lokasi lain yang dinilai rawan potensi peredaran narkotika.
Pewarta: Milan Conny Manuputy
Editor: Tim bhayaksa.net
