Oplus_131072

Oplus_131072


​SYDNEY,bhayaksa.net– Lebih dari 150 penerbangan di Bandara Sydney, Australia, mengalami keterlambatan (delay) massal akibat kendala operasional dan krisis jumlah petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC),Sabtu,08/08/2026.Gangguan ini berdampak luas pada jaringan penerbangan domestik maupun internasional di salah satu bandara tersibuk di Australia tersebut.


​Dampak signifikan merembet pada maskapai-maskapai besar. Sebanyak 95 penerbangan dalam jaringan maskapai Qantas dipastikan mengalami penundaan keberangkatan. Tak hanya Qantas, sejumlah jadwal penerbangan milik Virgin Australia juga ikut terdampak kondisi serupa.


​Imbauan bagi Calon Penumpang


​Pihak pengelola Bandara Sydney mengonfirmasi bahwa kendala ini dipicu oleh pembatasan pergerakan pesawat yang diberlakukan oleh otoritas terkait.
​”Airservices Australia, lembaga yang bertanggung jawab atas pengendalian lalu lintas udara, tengah menerapkan pembatasan pergerakan pesawat akibat berkurangnya jumlah petugas,” terang Juru Bicara Bandara Sydney sebagaimana dilansir kantor berita AAP.


​Mengingat kondisi ini diperkirakan masih berdampak pada jaringan penerbangan secara luas, pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk proaktif memeriksa status penerbangan mereka.
​”Kami mengimbau penumpang untuk menghubungi maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan mereka,” tambah juru bicara tersebut.


​Langkah Mitigasi Airservices Australia


​Pihak Airservices Australia mengakui bahwa kebijakan pengaturan jarak waktu keberangkatan yang diambil memang menimbulkan gangguan jadwal. Langkah tersebut terpaksa diterapkan karena adanya keterbatasan dalam penjadwalan petugas menara pengawas.


​Guna meminimalkan dampak berlanjut, Airservices menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai. Pihaknya kini tengah mendongkrak proses pelatihan untuk menambah jumlah tenaga ATC baru serta membenahi sistem penjadwalan kerja agar lebih fleksibel.


​Sorotan Tajam Industri Penerbangan


​Meski janji pembenahan telah disampaikan, kritik keras tetap berdatangan dari pelaku industri. CEO Airlines for Australia and New Zealand, Stephen Beckett menilai Airservices Australia gagal menyediakan jumlah staf yang memadai selama tiga hari berturut-turut.


​”Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa mereka telah merekrut cukup banyak orang untuk memenuhi kebutuhan operasional. Jika demikian, mengapa masalah ini terus terjadi?” tegas Beckett dalam wawancaranya kepada sejumlah media bersama ABC.


​Beliau menambahkan bahwa krisis kekurangan petugas di menara pengawas penerbangan tersebut bukanlah masalah baru, melainkan persoalan menahun yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian tuntas.


​Pewarta: David Gunawan Sanjaya
Editor: Tim bhayaksa.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *